Jakarta, SpectrumBorneo.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan penggunaan interactive flat panel (IFP) atau smartboard di sekolah dalam sebuah acara yang digelar di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (…).
Peluncuran ini sekaligus menjadi uji coba langsung Presiden terhadap perangkat teknologi pembelajaran tersebut. Smartboard diproyeksikan menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam upaya revitalisasi pendidikan dan percepatan transformasi digital di sekolah-sekolah seluruh Indonesia.
Dalam momen peluncuran yang disiarkan oleh Sekretariat Presiden dan sejumlah media nasional, Presiden Prabowo menekan tombol sebagai tanda dimulainya implementasi smartboard di sekolah. Ia menegaskan bahwa digitalisasi dunia pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar peserta didik Indonesia mampu bersaing secara global.
“Anak-anak kita harus mendapatkan akses pembelajaran terbaik dan modern. Pemerintah berkomitmen mempercepat pemerataan teknologi pendidikan hingga ke seluruh pelosok negeri,” ujar Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut.
Program Prioritas Pemerintah
Smartboard atau IFP ini akan menjadi fasilitas pendukung pembelajaran interaktif, memudahkan guru untuk menyampaikan materi secara visual dan digital. Pemerintah menargetkan perangkat ini akan disebarkan bertahap ke ribuan sekolah, terutama di daerah yang membutuhkan peningkatan kualitas sarana pembelajaran.
Kementerian Pendidikan turut menyampaikan bahwa implementasi smartboard diharapkan dapat:
meningkatkan efektivitas dan interaktivitas pembelajaran,
mempercepat adaptasi teknologi bagi guru dan siswa,
meminimalisasi ketimpangan akses pembelajaran digital antarwilayah.
Harapan Masyarakat dan Tantangan ke Depan
Peluncuran ini mendapatkan respons beragam dari masyarakat. Banyak pihak menilai smartboard adalah langkah maju menuju pendidikan modern, namun keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, kemampuan tenaga pengajar, serta pemerataan fasilitas hingga ke wilayah terluar, termasuk Kalimantan dan kawasan 3T.
Meski begitu, pemerintah optimis bahwa digitalisasi pendidikan akan membuka peluang besar bagi generasi muda Indonesia untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik dan kompetitif.





