BANJARBARU, SpectrumBorneo.com – Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadan 2026 kembali hadir membawa getar kerinduan bagi umat Islam. Di tengah dinamika kehidupan modern, Musholla Al Arief yang beralamat di Jln. Cancer RT 45 RW 08, Perumahan Bumi Cahaya Bintang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi ruang hening tempat iman bertumbuh dan kebersamaan dirawat.
Di lingkungan yang dipimpin oleh Ketua RT Ahmad, suasana Ramadan terasa lebih hidup dan penuh kekeluargaan. Sejak sore hari, jamaah mulai berdatangan. Anak-anak mengenakan pakaian muslim terbaiknya, para pemuda membantu menata saf dan sound system, sementara para orang tua setia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam tadarus menjelang berbuka.

Kaligrafi indah yang menghiasi dinding musholla memantulkan cahaya lampu, menciptakan suasana religius yang syahdu. Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum penyucian diri—menguatkan iman, membersihkan hati, dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Tradisi berbuka puasa bersama (bukber) di Musholla Al Arief menjadi agenda yang dinanti warga Perumahan Bumi Cahaya Bintang. Para ibu bergotong royong menyiapkan hidangan sederhana: kurma, kolak, teh hangat, hingga aneka lauk rumahan. Tidak ada kemewahan yang ditonjolkan, namun sarat nilai kebersamaan dan keikhlasan.

Ketika azan Magrib berkumandang, seluruh jamaah larut dalam doa. Tangan-tangan terangkat dengan harap dan syukur. Detik berbuka menjadi simbol kesadaran spiritual—bahwa lapar dan dahaga adalah jalan menuju empati dan kepedulian sosial.

Menurut pengurus musholla, Ramadan 1447 H dijadikan momentum memperkuat fungsi musholla sebagai pusat pembinaan akhlak generasi muda. “Ramadan adalah madrasah kehidupan. Di sini anak-anak belajar disiplin, menghargai waktu, dan memahami pentingnya ibadah berjamaah,” ungkap salah satu pengurus.
Secara edukatif, puasa melatih pengendalian diri dan integritas. Tadarus membangun kedekatan dengan Al-Qur’an. Sedekah dan berbagi takjil menanamkan nilai solidaritas. Kegiatan bukber di RT 45 RW 08 ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan nilai religius masih menjadi fondasi sosial masyarakat Banjarbaru.
Ramadan 1447 H di Musholla Al Arief bukan hanya tentang agenda ibadah, tetapi tentang merawat harmoni. Di satu saf yang sama, perbedaan usia dan latar belakang melebur dalam satu tujuan: mendekat kepada Allah SWT.
SpectrumBorneo.com mencatat, kegiatan keagamaan berbasis lingkungan seperti ini menjadi energi sosial yang penting. Musholla tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, tetapi juga pusat silaturahmi, pendidikan karakter, dan penguatan moral masyarakat.
Di ujung senja Banjarbaru, ketika lampu musholla menyala dan doa-doa terangkat ke langit, ada harap yang tumbuh dalam diam. Semoga Ramadan 1447 Hijriah membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan langkah menuju pribadi yang lebih bertakwa.






