
Samarinda, SpectrumBorneo.Com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mempercepat transformasi energi sebagai langkah nyata mengurangi ketergantungan pada sumber daya fosil, terutama batu bara. Salah satu strategi kunci yang disiapkan adalah pemanfaatan kelapa sawit sebagai sumber energi baru terbarukan (EBT).
Langkah ini sejalan dengan visi transisi energi nasional dan upaya mendorong ekonomi hijau di wilayah Bumi Etam, terutama setelah Kaltim menyandang status sebagai Provinsi Penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kaltim tidak boleh hanya bergantung pada batu bara. Masa depan energi adalah hijau, dan sawit punya potensi besar menjadi bahan bakar berkelanjutan,” ujar salah satu pejabat terkait sektor energi dan perkebunan di Pemprov Kaltim.
Sawit Masuk Peta Bioenergi Strategis
Kelapa sawit dinilai sebagai komoditas yang mampu menjadi pendorong ekonomi sekaligus sumber energi alternatif, meliputi:
Biofuel (biodiesel/B100)
Biomassa untuk pembangkit
Biogas dari limbah sawit
Bioethanol dan produk turunan energi hijau lain
Dengan penguatan teknologi dan investasi, sektor sawit Kaltim diyakini mampu memperkuat ketahanan energi kawasan IKN dan Kalimantan.
Dukungan Kebijakan dan Sektor Usaha
Kebijakan energi berbasis sawit Kaltim didukung oleh:
✅ Komitmen transisi energi Pemprov
✅ Kesiapan industri perkebunan sawit Kaltim
✅ Ekosistem investasi EBT yang semakin terbuka
✅ Kebutuhan energi hijau untuk kawasan IKN
Pelaku industri sawit juga dinilai siap memperluas peran dari sektor agribisnis menjadi penyokong agenda dekarbonisasi nasional.
Kesiapan SDM dan Infrastruktur
Selain dukungan kebijakan, Pemprov Kaltim juga memperkuat kapasitas SDM, riset bioenergi, dan kemitraan perguruan tinggi untuk memastikan pengembangan energi sawit berjalan efektif dan berkelanjutan.
Menyongsong Masa Depan Energi Hijau
Transformasi ini menandai perubahan besar arah pembangunan Kaltim, dari provinsi berbasis ekstraktif menjadi pusat energi hijau dan inovasi berkelanjutan.
“Kaltim ingin menjadi contoh daerah yang siap menyongsong masa depan energi hijau, sejalan dengan pembangunan IKN,” tegasnya.
Dengan langkah progresif ini, Kaltim semakin memperkuat posisi sebagai pionir energi hijau di Indonesia Timur sekaligus motor penggerak ekonomi bioenergi nasional.




