Beranda / Tech / Motor Hidrogen “Jawara” Karya Mahasiswa UPI Tembus Panggung Nasional: Senyap, Zero Emisi, dan 428 Km Cuma Pakai 2 Liter Hidrogen!

Motor Hidrogen “Jawara” Karya Mahasiswa UPI Tembus Panggung Nasional: Senyap, Zero Emisi, dan 428 Km Cuma Pakai 2 Liter Hidrogen!

Bandung — SpectrumBorneo.com
Inovasi anak bangsa kembali mencuri perhatian publik. Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung resmi memperkenalkan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) “Jawara”, sebuah motor sport bertenaga hidrogen yang sepenuhnya ramah lingkungan dengan tingkat emisi nyaris nol.

Motor futuristik ini tampil perdana dalam Pameran Inovasi Pendidikan Vokasional UPI, dan langsung menjadi sorotan karena tampilannya yang modern, bekerja secara senyap, serta hanya menghasilkan uap air sebagai emisi.

Muhammad Zidan, penanggung jawab sistem elektrika, menjelaskan bahwa motor ini menggunakan teknologi fuel cell yang mengubah hidrogen menjadi energi listrik.
“Motor ini digerakkan energi bersih. Hidrogen diubah menjadi listrik lewat fuel cell,” ujarnya.

Motor ini mulai dikembangkan sejak 2024 oleh tim mahasiswa UPI. Seluruh proses desain hingga perakitan membutuhkan waktu delapan bulan, dengan komposisi 80% komponen lokal, menunjukkan kemampuan teknis dan kemandirian para mahasiswa Indonesia.


🔥 Spesifikasi dan Fitur Unggulan “Jawara”

Jarak tempuh 428 km hanya dengan 2 liter hidrogen

Kecepatan maksimum 80 km/jam

Regenerative braking

Sensor hidrogen dengan fitur auto cut-off

Sistem IoT monitoring, GPS tracker, dan RFID security

Sistem keamanan remote shut down lewat SMS


Proyek “Jawara” pertama kali dipresentasikan dalam ajang PLN ICE 2024, di mana UPI berhasil menjadi salah satu dari dua kampus terbaik yang memperoleh pendanaan, bersanding dengan ITS.

Saat ini, tim UPI juga sedang menyiapkan prototipe mobil hidrogen serta konsep hydrogen fuel station, menunjukkan visi besar menuju ekosistem energi bersih di Indonesia.

Melalui inovasi ini, UPI menegaskan komitmennya terhadap SDGs 7 dan 13, sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu melahirkan teknologi masa depan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi transportasi hijau nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *