Beranda / Pemerintahan / Mahfud MD Bongkar Kejanggalan Proyek Whoosh: Alih Vendor Misterius hingga Risiko Bebani Keuangan Negara

Mahfud MD Bongkar Kejanggalan Proyek Whoosh: Alih Vendor Misterius hingga Risiko Bebani Keuangan Negara

SpectrumBorneo.com — Mantan Menko Polhukam Mahfud MD kembali menyoroti proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh, yang sejak awal disebutnya sarat kejanggalan dan minim transparansi. Hal ini ia sampaikan dalam podcast Terus Terang, yang kini tengah ramai menjadi pembahasan publik.

Mahfud menjelaskan, proyek kereta cepat tersebut awalnya ditawarkan kepada Jepang melalui skema kerja sama antarpemerintah (G to G). Namun, secara tiba-tiba justru dialihkan ke China tanpa penjelasan terbuka kepada publik.

“Awalnya itu ditawarkan kepada Jepang. Tiba-tiba berubah haluan ke China tanpa proses yang transparan. Pergeseran ini menunjukkan lemahnya perencanaan dan pengawasan sejak awal,” ujar Mahfud dalam podcast tersebut.

Mahfud juga menyoroti pembengkakan biaya proyek, yang menurutnya dapat menimbulkan risiko berat bagi keuangan negara. Ia menyebut, keputusan strategis bernilai besar seperti proyek kereta cepat seharusnya menekankan prinsip efisiensi, kajian terbuka, dan tata kelola yang akuntabel.

Menurut Mahfud, proyek bernilai ratusan triliun tersebut idealnya memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Namun tanpa pengawasan ketat dan proses yang transparan, justru berpotensi menjadi beban bagi keuangan negara.

“Proyek besar memang harus ada. Tapi perubahannya harus jelas alasannya, terbuka, dan punya kajian kuat. Kalau tidak, rakyat yang akan menanggung akibatnya,” tambahnya.

Pernyataan Mahfud MD ini kembali memantik diskusi publik mengenai konsistensi kebijakan pemerintah dalam proyek strategis nasional, khususnya yang melibatkan investasi asing berskala besar. Banyak pihak kini menantikan penjelasan resmi terkait sejumlah poin yang dinilai janggal sejak awal pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *