
Jakarta, SpectrumBorneo.Com — Pemerintah resmi mengalokasikan investasi sebesar Rp 20 triliun untuk pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi di seluruh Indonesia. Pendanaan ini akan difokuskan melalui Danantara, sebagai BUMN pangan yang menjadi motor pembiayaan utama program nasional tersebut.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, menstabilkan harga ayam dan telur, serta mendukung implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintahan mendatang.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa proyek besar ini akan melibatkan pengembangan industri unggas modern, mulai dari pembibitan hingga distribusi.
“Pemerintah menyiapkan Rp 20 triliun untuk membangun peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi di seluruh Indonesia. Anggarannya Danantara,”
— Mentan Andi Amran Sulaiman, 07/11
Dorong Produksi Nasional & Stabilitas Harga
Melalui investasi ini, pemerintah menargetkan:
Peningkatan produksi daging ayam & telur dalam negeri
Penguatan rantai pasok pangan nasional
Stabilisasi harga unggas untuk masyarakat
Pengurangan ketergantungan impor pakan dan bibit
Penciptaan lapangan kerja baru di sektor pertanian dan peternakan
Dengan model peternakan terintegrasi, siklus produksi — mulai dari benih ternak, pakan, pemeliharaan, hingga pengolahan dan pemasaran — akan lebih efisien serta berskala industri.
UMKM Peternak Tetap Dilibatkan
Pemerintah memastikan bahwa para peternak rakyat tidak akan ditinggalkan. Skema kemitraan akan difokuskan agar para peternak lokal turut merasakan manfaat investasi, termasuk akses pembiayaan, pelatihan, dan teknologi peternakan modern.
Menyongsong Kemandirian Pangan
Program ini menjadi salah satu fondasi besar menuju kemandirian pangan dan percepatan transformasi ekonomi berbasis pertanian.
Dengan dukungan pendanaan dan teknologi, Indonesia menargetkan mampu bersaing secara global dalam industri protein hewani.
Catatan Redaksi
Langkah ini merupakan momentum penting bagi sektor agrikultur Indonesia. Pelaksanaan yang tepat dan transparan menjadi kunci keberhasilan program yang memiliki dampak luas bagi peternak dan konsumen.




