
KALIMANTAN, SpectrumBorneo.Com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan bahwa Pulau Kalimantan bukan wilayah yang sepenuhnya bebas dari gempa bumi. Meski selama ini dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas seismik rendah, Kalimantan ternyata memiliki sistem sesar aktif yang berpotensi memicu gempa merusak.
Peringatan ini disampaikan BMKG berdasarkan catatan sejarah gempa dan data seismik terkini yang menunjukkan adanya aktivitas tektonik di beberapa segmen wilayah Kalimantan.
“Kalimantan memang tergolong wilayah dengan tingkat kegempaan rendah, namun bukan berarti aman sepenuhnya. Ada sesar aktif yang harus diwaspadai,” ujar BMKG dalam keterangannya.
Sejumlah kejadian gempa berskala kecil hingga menengah pernah tercatat di Kalimantan dalam beberapa tahun terakhir. Keberadaan sesar aktif menjadi faktor utama perlunya kesiapsiagaan, terutama dengan meningkatnya pembangunan dan kepadatan penduduk, termasuk keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Mengapa Kalimantan Tetap Berisiko?
BMKG menyebutkan beberapa hal penting yang perlu dipahami:
Kalimantan memiliki struktur sesar aktif bawah permukaan
Aktivitas tektonik meski jarang, tetap dapat terjadi
Infrastruktur strategis dan padatnya aktivitas pembangunan menuntut kesadaran mitigasi
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk:
Meningkatkan pemahaman risiko gempa bumi
Memperhatikan standar bangunan tahan gempa
Mengikuti informasi resmi BMKG
Tidak mudah terpengaruh kabar yang tidak terverifikasi
“Kesiapsiagaan dan pemahaman publik sangat penting. Informasi resmi harus menjadi acuan utama,” tegas BMKG.
Antisipasi untuk IKN dan Kawasan Strategis
Dengan berdirinya Ibu Kota Nusantara (IKN) dan berkembangnya kawasan ekonomi di Kalimantan, penguatan standar bangunan tahan gempa dan sistem mitigasi bencana menjadi prioritas nasional.
📝 Catatan Redaksi
Wilayah yang jarang gempa bukan berarti bebas risiko. Edukasi dan kesiapan menjadi kunci agar potensi bencana tidak menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.




