Beranda / Perkebunan / PT SAS Group Cetak Sejarah, Rehabilitasi 2.000 Hektare Hutan Gambut Jadi Model Nasional

PT SAS Group Cetak Sejarah, Rehabilitasi 2.000 Hektare Hutan Gambut Jadi Model Nasional

JAMBI, SpectrumBorneo.Com — PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) bersama group perusahaan mencatat tonggak penting dalam kontribusi lingkungan berkelanjutan dengan merehabilitasi kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) gambut seluas 2.018 hektare. Program pemulihan ekosistem ini menjadi model percontohan nasional berbasis kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Rehabilitasi dilakukan menggunakan pendekatan integrated landscape approach, atau pendekatan lanskap terpadu, yang menekankan tata kelola ekologis, sosial, dan ekonomi secara bersamaan.

Direktur Teknik Konservasi Tanah dan Reklamasi Hutan, Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan — Kementerian Kehutanan, Handayaningsih, memberikan apresiasi atas kontribusi PT SAS Group.

“Upaya besar yang dilakukan PT SAS Group ini merupakan model nyata rehabilitasi DAS yang sesungguhnya. Kami mengapresiasi kolaborasi ini dan mendorong penerapannya secara berkelanjutan,” ujarnya usai penanaman perdana di kawasan rehabilitasi, Kamis (24/10).

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Direktur Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan, Nikolas Nugroho Surjobaswi S.Hut, yang menegaskan pentingnya sinergi dengan pelaku usaha dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Program ini dinilai menjadi contoh praktik terbaik dalam tata kelola lingkungan dan restorasi gambut, mengintegrasikan kepentingan konservasi dan pembangunan berkelanjutan.

“Kolaborasi ini mampu menjadi inspirasi nasional untuk memperkuat sinergi dalam menjaga fungsi ekosistem gambut, yang sangat penting bagi pengendalian perubahan iklim dan pengelolaan bencana kebakaran lahan,” tambahnya.

PT SAS Group berharap program rehabilitasi ini dapat terus diperluas dan memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat sekitar.


✅ Catatan Redaksi

Rehabilitasi gambut merupakan bagian penting dalam mitigasi perubahan iklim, pengendalian karhutla, dan peningkatan ekonomi berkelanjutan melalui pengelolaan lahan yang bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *