
SAMARINDA, SpectrumBorneo.Com — Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menjaga aset genetik perkebunan daerah. Salah satunya melalui penguatan kemampuan petugas dalam identifikasi plasma nutfah atau sumber daya genetik tanaman strategis, termasuk kopi dan kakao lokal.
Pelatihan khusus tersebut menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan dan ketahanan sektor perkebunan jangka panjang, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pasar komoditas unggulan.
Langkah ini juga diharapkan mampu mendukung kemandirian bahan tanaman unggul lokal serta memproteksi warisan genetik pertanian daerah dari ancaman hilangnya keragaman hayati.
Menurut jajaran Dinas Perkebunan Kaltim, penguatan kapasitas petugas identifikasi ini tidak hanya menjadi langkah teknis, tetapi juga misi penting dalam menjaga potensi ekonomi daerah di masa depan.
“Aset genetik daerah seperti kopi dan kakao merupakan kekuatan kita. Identifikasi dan perlindungan plasma nutfah menjadi fondasi utama untuk memastikan keberlanjutan komoditas lokal serta daya saing perkebunan Kaltim ke depan,” ujar pejabat Disbun Kaltim.
Program tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan petani, pengembangan komoditas unggulan daerah, dan penguatan tata kelola perkebunan berkelanjutan.
Dengan penguatan riset, edukasi, dan sertifikasi, Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen menjaga kekayaan plasma nutfah sebagai modal strategis pengembangan industri perkebunan masa depan yang ramah lingkungan dan berdaya saing tinggi.
🎯 Nilai Berita
Penguatan kapasitas petugas perkebunan
Fokus pada identifikasi plasma nutfah
Perlindungan aset genetik lokal kopi & kakao
Strategi keberlanjutan perkebunan Kaltim



